Pertanyaan yang paling sering saya terima dari orang tua di malam hari: "Dok, anak saya demam 38,5°C. Perlu ke IGD sekarang atau bisa tunggu pagi?" Jawabannya tidak sesederhana angka di termometer. Mari saya jelaskan cara membaca situasi ini dengan tepat.
Apa Itu Demam?
Demam bukan musuh. Demam adalah respons alami sistem imun anak saat melawan infeksi — bakteri, virus, atau patogen lainnya. Suhu tubuh yang meningkat justru membantu sistem imun bekerja lebih efektif.
Suhu dianggap demam jika:
- ≥38°C diukur rektal (anus) — standar paling akurat untuk bayi <3 bulan
- ≥37,5°C diukur aksiler (ketiak) — lebih praktis untuk anak lebih besar
- ≥38,5°C diukur oral (mulut) — untuk anak >5 tahun
Pertolongan Pertama Demam di Rumah
- Berikan antipiretik yang tepat. Paracetamol 10–15 mg/kgBB per dosis, setiap 4–6 jam. Ibuprofen bisa diberikan untuk anak >6 bulan (5–10 mg/kgBB), tapi hindari jika anak sedang dehidrasi atau perut kosong.
- Cukupkan cairan. Demam meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Berikan ASI lebih sering untuk bayi, air putih atau oralit untuk anak yang lebih besar.
- Pakaian yang nyaman. Lepas pakaian berlapis-lapis. Kompres hangat (bukan dingin atau es) di dahi, ketiak, dan lipatan paha membantu melancarkan pelepasan panas.
- Pantau tanda bahaya setiap 2–4 jam. Jangan hanya tidur dan berharap demam turun sendiri.
🚨 Tanda Darurat: Langsung ke IGD
Kondisi berikut memerlukan evaluasi segera di UGD, terlepas dari angka termometer:
- Bayi <3 bulan dengan suhu ≥38°C — ini selalu darurat, tanpa pengecualian!
- Kejang (step) selama demam berlangsung >5 menit, atau terjadi lebih dari sekali
- Anak tampak sangat lemah, tidak mau bangun, atau tidak merespons panggilan
- Ruam merah keunguan (petekie/purpura) yang tidak memudar saat ditekan dengan jari
- Kaku leher atau sangat sensitif terhadap cahaya terang
- Kesulitan bernapas, napas sangat cepat, atau cuping hidung bergerak-gerak
- Tidak mau minum sama sekali >8 jam, atau tanda dehidrasi berat (tidak BAK >8 jam, mata sangat cekung, menangis tanpa air mata)
- Demam >40°C yang tidak turun setelah diberikan antipiretik dosis tepat
- Demam berlangsung >5 hari berturut-turut tanpa perbaikan
Bisa Tunggu dan Konsultasi Pagi
Jika anak Anda demam namun masih aktif, masih mau minum, tidak ada tanda darurat di atas, dan suhu turun setelah antipiretik — Anda bisa menunggu dan konsultasi ke dokter saat jam praktik. Tetap pantau setiap 2–4 jam.
Cara Membedakan Flu Biasa, Alergi, dan Asma
Banyak orang tua menganggap anak sering pilek karena daya tahan lemah, padahal bisa jadi ada komponen alergi yang terlewat:
- Flu biasa (selesma): Ingus awalnya bening lalu kuning/hijau, biasanya ada demam ringan, berlangsung 7–10 hari.
- Alergi: Ingus bening terus-menerus, bersin-bersin, mata gatal, tanpa demam, memburuk saat terpapar alergen (debu, bulu hewan).
- Asma: Batuk terutama malam/dini hari atau setelah aktivitas fisik, bunyi mengi (wheezing), dada terasa berat. Perlu evaluasi spirometri dan penanganan khusus.
Kotak P3K yang Wajib Ada di Rumah
Saya selalu anjurkan orang tua untuk menyiapkan ini sebelum anak sakit, bukan sesudah panik di tengah malam:
- Termometer digital (rektal untuk bayi <3 bulan)
- Paracetamol sirup sesuai berat badan anak
- Ibuprofen sirup (untuk anak >6 bulan)
- Oralit (larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi)
- Plester, kasa steril, dan antiseptik luka
- Saline nasal drops (untuk hidung tersumbat)
Yang tidak kalah penting: simpan nomor kontak dokter anak dan nomor IGD terdekat di ponsel Anda sekarang, sebelum situasi darurat terjadi.